Gangguan Psikologis yang Paling Sering Terjadi
Blog

7 Gangguan Psikologis yang Paling Sering Terjadi, Apakah Anda Termasuk?

7 Gangguan Psikologis yang Paling Sering Terjadi, Apakah Anda Termasuk? – Psikologis seseorang sangat penting dalam hidupnya karena psikologis seseorang sangat mempengaruhi bagaimana dia bertindak dan berperilaku. Gangguan jiwa atau psikologis merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi bagaimana seseorang merasa, berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain secara signifikan. Banyak factor penyebabnya, bisa karena faktor genetik atau bawaan lahir. Bahkan ada riwayat keluarga yang memiliki gangguan jiwa, stres, pernah mengalami pelecehan atau trauma psikologis.

Bisa juga akibat cedera otak berat, menggunakan obat-obatan terlarang, atau memiliki kondisi medis serius. Ibu hamil yang terpapar virus atau bahan kimia beracun juga diduga berperan dalam memicu gangguan jiwa pada janin yang sedang dikandungnya.

Nah, yuk simak 7 jenis gangguan psikologis yang biasa menyerang seseorang atau paling umum terjadi.

7 Gangguan Psikologis yang Paling Sering Terjadi

Pertama, Gangguan Kecemasan

Contohnya gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan panik. Orang yang menderita gangguan kecemasan biasanya takut pada benda atau situasi tertentu. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya keringat yang keluar, detak jantung yang cepat, merasa pusing, susah berkonsentrasi atau tidur, dan merasa cemas serta khawatir.

Kedua, Gangguan suasana hati

Apakah kamu suka merasa sedih yang teramat sangat? Atau justru mengalami perasaan yang bergantian antara sangat sedih dan sangat bahagia? Hal itu termasuk dalam kelainan suasana hati atau kelainan afektif. Jenis gangguan yang paling umum dari kelainan ini antara lain adalah depresi, gangguan bipolar, dan gangguan siklotimik.

Ketiga, Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Gangguan kronis yang satu ini ditandai dengan adanya pikiran dan obsesi yang tidak terkendali akan sesuatu, sehingga mendorong seseorang melakukannya secara berulang-ulang. Contohnya, memiliki ketakutan yang tidak masuk akal terhadap kuman hingga terus-menerus mencuci tangan.

Keempat, Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

PTSD dapat berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis dan/atau mengerikan. Seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Pikiran atau kenangan yang tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan biasanya penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.

Kelima, Gangguan Kepribadian

Seseorang dengan gangguan kepribadian memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang lain. Jenis gangguan kepribadian dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

  1. Tipe eksentrik atau aneh, seperti gangguan kepribadian paranoid, skizoid, skizotipal, dan antisosial.
  2. Tipe dramatis atau emosional, seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionik, dan ambang (borderline).
  3. Tipe cemas dan takut, seperti gangguan kepribadian obsesif kompulsif, menghindar (avoidant), dan dependen.

Keenam, Gangguan pengendalian impuls dan kecanduan

Orang dengan gangguan pengendalian impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Misalnya berjudi kompulsif, kleptomania (mencuri), dan pyromania (menyulut kebakaran). Sedangkan kecanduan biasanya terhadap alkohol dan obat-obatan, namun bisa juga kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau belanja.

Ketujuh Gangguan psikotik

Gangguan psikotik merupakan gangguan psikologis parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit skizofrenia. Ciri-ciri dari gangguan psikotik adalah mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada (halusinasi) serta memercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi (delusi).

Itulah 7 gangguan psikologis yang paling sering muncul, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *