Gejala Gangguan Kecemasan Atau Anxiety Disorder
Blog

7 Gejala Gangguan Kecemasan Atau Anxiety Disorder, Pernah Mengalaminya?

7 Gejala Gangguan Kecemasan Atau Anxiety Disorder, Pernah Mengalaminya? – Perasaan gugup, cemas, was was dan khawatir seringkali ada dalam diri manusia. Tidak bisa dipungkiri karena manusia diberikan perasaan oleh Allah, diberikan hati yang peka dan bisa merasakan kondisi di sekitarnya. Namun jika rasa was was dan rasa cemas yang terjadi sangat berlebihan hingga mengganggu kondisi hidup seseorang. Tentunya tidak bisa dianggap remeh atau enteng. Ada sebagian orang yang merasakan kecemasan begitu sering dan begitu kuat, sehingga kecemasan itu mengambil alih kehidupannya.

Ada fase fase atau tanda tertentu dimana seseorang memiliki tingkat kecemasan yang berlebih. Apakah kecemasan ini sudah masuk pada tahap gangguan psikologis atau kah normal? Yuk ketahui tanda atau Gejala Gangguan Kecemasan berikut ini!

7 Gejala Gangguan Kecemasan yang Upnormal

Pertama, Rasa Khawatir yang Berlebih

Ciri khas dari gangguan kecemasan adalah terlalu banyak hal sehari-hari, baik besar maupun kecil. Penderitanya cemas terus-menerus setiap hari setidaknya selama enam bulan. Kecemasan ini menjadi begitu parah, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan disertai dengan gejala yang nyata seperti kelelahan. Perbedaan antara gangguan kecemasan dengan kecemasan normal adalah gangguan kecemasan membuat orang menderita dan mengalami disfungsi pikiran. Hingga tak mampu berpikir jernih.

Kedua, Rasa Takut yang Tidak Masuk Akal/ Irrasional

Ada Gejala Gangguan Kecemasan yang sifatnya tidak umum, melekat pada situasi tertentu seperti takut terbang, takut pada hewan, atau banyak hal lainnya. Jika rasa takut itu menjadi luar biasa dan keluar dari risiko yang sebenarnya, itu dinamakan fobia. Fobia seringkali tersembunyi sampai penderitanya bertemu dengan sesuatu yang ditakutinya. Seseorang yang fobia ular bisa terlihat biasa-biasa saja tanpa masalah selama bertahun-tahun. Akan Tapi ketika diajak berkemah di alam terbuka, mereka baru sadar bahwa mereka sangat takut pada ular, sehingga dihantui oleh ketakutan itu hingga sedemikian rupa.

Ketiga, Gangguan Insomnia atau Sulit Tidur

Sulit tidur atau sering tertidur telah lama dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Hampir semua orang pernah mengalami sulit tidur terutama ketika mereka sedang mengalami masalah yang menyita pikiran. Tapi, jika Anda menemukan diri Anda sering sekali tidak bisa tidur. Misalnya karena terus mengkhawatirkan masalah yang itu-itu saja. Atau justru malah tidak ada sebab khusus dari kecemasan yang Anda rasakan, mungkin Anda menderita Gangguan Kecemasan dan perlu untuk mendapat pertolongan dari psikolog atau psikiater, atau terapis.

Keempat, Otot Sering Tegang

Gejala Gangguan Kecemasan  beriktunya adalah Tegang otot konstan, seperti mengepalkan rahang, tinju, atau meregangkan otot-otot seluruh tubuh. Gejala ini bisa berlangsung beberapa lama tanpa orang menyadarinya. Olahraga teratur dapat membantu mengontrol ketegangan otot. Namun, ketegangan mungkin akan timbul lagi jika ada gangguan kecemasan yang kambuh.

Kelima, Serangan Panik Luar Biasa

Serangan panik bisa menakutkan. Tiba-tiba Anda dicekam perasaan takut yang luar biasa dan membuat Anda merasa tidak berdaya. Serangan panik dapat berlangsung selama beberapa menit, disertai dengan gejala fisik seperti masalah pernapasan, jantung berdebar kencang, kesemutan atau tangan mati rasa, berkeringat, lemas atau pusing, nyeri dada, sakit perut dan merasa panas atau dingin.

Memang tidak semua orang yang memiliki serangan panik memiliki gangguan kecemasan. Akan tetapi orang yang mengalaminya berulang kali dapat didiagnosis dengan gangguan panik. Orang dengan gangguan panik hidup dalam ketakutan tentang kapan, di mana, dan mengapa serangan mereka berikutnya mungkin terjadi. Mereka cenderung menghindari tempat-tempat di mana serangan pernah terjadi di masa lalu.

Keenam, Merasa Semua Orang Membicarakannya

Dalam kebanyakan kasus, kecemasan dipicu oleh situasi sehari-hari seperti percakapan antar individu atau di depan sejumlah kecil orang. Orang-orang dengan gangguan kecemasan social, cenderung merasa seperti semua mata tertuju padanya. Akibatnya, mereka jadi grogi, wajah memerah, gemetar, mual, berkeringat, atau kesulitan berbicara. Gejala ini bisa begitu mengganggu dan membuat mereka sulit untuk bertemu orang baru. Sulit menjaga hubungan baik dengan orang lain, baik di tempat kerja maupun di sekolah.

Ketujuh, Gangguan Pencernaan Kronis

Kecemasan dapat dimulai dari dalam pikiran tetapi sering memanifestasikan dirinya melalui gejala fisik, seperti masalah pencernaan kronis. Sindrom iritasi usus (IBS), yang ditandai dengan gejala sakit perut, kram, kembung, gas, sembelit, atau diare, pada dasarnya adalah kecemasan dalam saluran pencernaan. Sindrom ini tidak selalu berkaitan dengan kecemasan tetapi keduanya sering terjadi bersamaan dan bisa membuat satu sama lain semakin memburuk. Usus sangat sensitif terhadap stres dan begitu juga sebaliknya, gangguan pencernaan sering membuat orang menjadi cemas.

Itulah 7 Gejala Gangguan Kecemasan yang mungkin saja terjadi pada Anda. Jika memang Anda merasakannya lebih baik langsung diatasi jika tidak ingin menjadi lebih parah dan mengganggu psikologis Anda.

Demikian semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *