Perbedaan Stres Dan Depresi Serta Gangguan Kecemasan
Blog

Perbedaan Stres Dan Depresi Serta Gangguan Kecemasan, Beda Cara Mengatasinya!

Perbedaan Stres Dan Depresi Serta Gangguan Kecemasan, Beda Cara Mengatasinya! – Stress ataupun depressi merupakan gangguan psikologis yang paling umum terjadi. Pemicunya pun beragam, bisa jadi karena urusan pekerjaan yang terus menumpuk, konflik pribadi dengan keluarga atau pasangan. Bahkan masalah sepele, seperti kemacetan pun bisa menjadikan seseorang stress dan depresi. Hal hal ini bisa jadi membuat seseorang terus-terusan digelayuti rasa takut, cemas, dan waswas.

Jika Anda mengalami hal ini, Anda wajib berhati hati. Bisa jadi stres berat yang berlangsung lama dan tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan sejumlah gangguan kronis. Seperti misalnya depresi dan gangguan kecemasan. Nah, ada salah kaprah tentang 3 gangguan ini. Ternyata banyak orang mengira kalau stres, depresi, dan gangguan kecemasan adalah hal yang sama. Padahal, tidak demikian. Ada perebdaan stres dan depresi serta gangguan kecemasan

Ketiga gangguan ini memiliki perbedaan mendasar. Mulai dari cara kerja hingga cara pengobatan atau penanganannya. Yuk ketahui perbedaan stres dan depresi serta gangguan kecemasan berikut ini!

Hal Mendasar! Perbedaan Stres Dan Depresi Serta Gangguan Kecemasan

Pertama, Gangguan Stres

Stres biasanya terjadi ketika Anda mendapatkan tekanan dari dalam dan luar diri Anda. Tak melulu berdampak buruk, kondisi ini terkadang juga bisa memacu semangat Anda untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Ya, hal ini bisa terjadi karena setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menghadapi stres yang mereka alami.

Ketika Anda mengalami stres, tubuh akan membaca adanya serangan atau ancaman. Guna membentuk perlindungan, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan senyawa kimia. Akibatnya, Anda akan merasakan adanya dorongan energi sehingga Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif.

Apabila stres muncul di saat yang tidak tepat, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik. Seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Hal inilah yang menyebabkan Anda sulit berpikir jernih saat diserang stres.



Kedua, Gangguan Depresi

Nah, lain halnya ketika Anda mengalami depresi. Kondisi ini sebenarnya merupakan penyakit mental yang memengaruhi bagaimana seseorang merasa, berpikir, dan berperilaku. Ketika ada suatu hal yang memicu Anda mengalami stres kemudian berlanjut menjadi kesedihan yang berlarut dalam waktu lama dan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, bisa jadi stres yang Anda alami sudah berubah menjadi depresi.

Seseorang yang mengalami kondisi ini suasana hatinya biasanya mengalami rasa sedih dan putus asa berkepanjangan. Mereka juga mengalami perubahan pada selera makan, tidur, hingga kesulitan untuk berkonsterasi dan mengambil keputusan. Kondisi ini juga biasanya tak hanya memengaruhi diri Anda sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar Anda, seperti keluarga atau kerabat.

Ketiga, Gangguan Kecemasan

Sementara gangguan kecemasan merupakan reaksi yang dimunculkan tubuh ketika Anda sedang mengalami stres. Pernakah Anda tiba-tiba merasa sakit perut, jantung berdebar-debar, napas terburu-buru, keluar keringat dingin, atau bolak balik buang air kecil ketika ingin menghadapi ujian atau interview kerja?

Nah, serangkaian hal tersebut merupakan beberapa tanda kalau Anda sedang mengalami stres atau cemas. Ketika Anda berhasil melewati sebuah “tugas” yang sebelumnya Anda takuti, gejala tersebut perlahan akan mereda, dan Anda akan kembali dalam kondisi yang normal.

Cemas akan menjadi gangguan psikologis kronis jika Anda terus-terusan dilanda ketakutan pada hal-hal yang sebenarnya tidak menimbulkan bahaya nyata. Jika sudah begini, hidup Anda akan dihantui rasa gelisah dan waswas terus-terusan. Bahkan setelah sebuah peristiwa tertentu sudah berhasil Anda lewati. Rasa cemas bisa berupa rasa cemas yang tidak rasional akan setiap detail dalam hidup Anda. Misalnya ketika naik tangga Anda sangat cemas akan jatuh, hingga muncul keringat dingin dan berdebar. Padahal tangga tidak curam, lantai tidak licin, dan tidak ada hal lain yang secara rasional terpikir bisa membuat Anda jatuh.

Salah satu penampakan gejala gangguan kecemasan yang bisa diamati dengan begitu jelas adalah fobia sosial, yaitu rasa ketakutan ekstrem dalam melakukan interaksi sosial. Gangguan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang, serta mengganggu hubungan dan kinerja di tempat kerja atau sekolah.

Itulah perbedaan stres dan depresi serta gangguan kecemasan. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *