Profil

Sosoknya anggun, cantik, lemah lembut dan murah senyum. Bunda Nasecha, seorang penyembuh alternatif inipun memiliki jiwa sosial yang begitu tinggi. Sebagai seorang Master Reiki, beliau menekuni bidang “Energi Reiki” sejak usia belia, yaitu 13 Tahun. Wanita berhijab ini memiliki nama asli “Nasechatul Ummah yang lahir pada tanggal 7 Juni di sebuah kota yang dikenal sebagai kota 1000 Paranormal, yakni kota Pati.


Dilahirkan dengan kelebihan “kewaskitaan” atau ketajaman indera keenam, Bunda Nasecha begitu tertarik dengan energi energi metafisik sejak kecil. Tak heran bila dirinya memiliki intuisi yang tinggi, suka berpetualang mencari ilmu batin dari banyak tempat dan menyatu dengan alam. Hingga akhirnya di usia 13 tahun, beliau mendapatkan sebuah mimpi yang dianggapnnya istimewa. Dalam mimpinya itu, Bunda didatangi oleh sosok Biksu dari tanah Tiongkok. Seorang Biksu ini mengatakan bahwa ia ingin menitipkan “Energi Reiki” yang dimilikinya ke dalam tubuh Nasecha waktu itu.

Tersadar bahwa mimpi ini bukanlah mimpi biasa, melainkan mimpi yang penuh dengan kewaskitaan. Bunda Nasecha pun menemui Guru Spiritualnya dan menyarankan untuk terus memperdalam ilmu Reiki. Ilmu yang kelak membawa dirinya menjadi penolong bagi banyak orang yang bahkan sudah putus asa menjalani hidupnya.

Sejak saat itulah masa remaja Bunda Nasecha diisi dengan memperdalam energi energi penyembuhan dari Tanah Tiongkok / Tibet tersebut. Mulai dari energi Rei Ki, Energi Sing Chi, Tai Chi, Kundalini, Energi Aura, Prana, dan Tenaga Dalam. Dari semua energi penyembuh yang dipelajari, Bunda Nasecha lebih tertarik dengan energi Rei Ki karena dinilai paling efektif dalam melakukan terapi dan penyembuhan berbagai penyakit. Bahkan beliau menemukan sebuah metode baru dalam bidang Reiki ini. Baik itu teknik penyembuhan penyakit fisik maupun Non Fisik.

Memang tak masuk akal bila dipikir secara logika, namun fakta sungguh menakjubkan. Bunda Nasecha melalui kelebihan ilmu batin dan indera keenamnya telah melakukan perjalanan spiritual hingga berbagai pelosok negeri dimana Reiki ini tumbuh dan berkembang. Meski raganya tidak pergi kemanapun, tetapi ruh nya mampu melanglang buana bahkan masuk ke jaman dimana seorang “Master Usui” dari jepang (tahun 1900 Masehi) ini masih hidup.

Tentu Bunda Nasecha mendapat banyak ilmu reiki selama melakukan perjalanan spiritual ini. Mulai dari Teknik meditasi, Teknik pernafasan, Teknik penyembuhan, semuanya didapatkan langsung dari seorang Master Reiki yang pernah hidup di jaman dahulu. Sosok menyerupai “Biksu” inilah yang memberikan banyak wawasan Bunda Nasecha dan menjawab semua rasa penasaran Bunda Nasecha tentang kedahsyatan energi Reiki ini.

Di tengah perjalanan, Bunda Nasecha memang sempat ragu untuk terus mendalami reiki. Beliau bimbang, antara dua pilihan. Dirinya yang memang sejak kecil bercita cita menjadi seorang dokter ingin sekali rasanya untuk kuliah jurusan “Dokter” di sebuah universitas. Namun tak dapat dipungkiri bila dirinya selama 5 tahun sudah banyak mengorbankan masa remajanya untuk mendalami reiki. Selama itu pula beliau sudah terlanjur banyak menguasai ilmu reiki dari berbagai aliran yang ada di dunia ini. Tentu akan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan.

Di Tengah kebingungan dan kebimbangannya, seakan sudah menjadi takdir ketika Bunda Nasecha bermeditasi beliau ditemui oleh sosok kakek tua (yang ternyata sosok ini adalah Kakek Buyut dari Bunda Nasecha). Dikehui kakek buyut Bunda Nasecha adalah seorang paranormal terkenal di jamannya. Kakek buyut dalam meditasinya itu mengatakan bahwa Bunda Nasecha telah ditakdirkan untuk menjadi penolong bagi banyak orang. Bukan melalui ilmu agama, ilmu kedokteran, ilmu hukum, ilmu arsitektur atau bahkan ilmu matematika, kimia dan fisika. Melainkan dengan Ilmu Reiki yang selama ini diwariskan kepadanya dan sudah didalaminya. Dengan Reiki, kelak Bunda Nasecha diramalkan menjadi penyembuh dan terapis yang handal.

Masih tidak percaya, hingga akhirnya Bunda Nasecha memutuskan untuk melakukan solat istikhoroh sesuai tuntunan agamanya jika berada dalam dua pilihan. Seakan semesta meng’amini”, seusai istikhoroh sebanyak 3 malam berturut-turut, Bunda Nasecha diberikan petunjuk oleh Allah, yaitu menjadi penyembuh alternatif. Terbukti selama 11 hari berturut turut, Bunda Nasecha selalu bermimpi didatangi oleh sosok “Biksu” dari Tibet.

Berawal dari sinilah, Bunda Nasecha memutuskan untuk menjadi seorang Terapis secara resmi sebagai profesinya. Meski selama 5 tahun beliau sudah banyak membantu tetangga atau teman temannya yang tengah menderita sakit.